Terkadang,
disaat sendiri, alamlah yang mampu membuatkutenang. Pemandangan sawah
yang hijau, langit yang cerah, kuasa Allah yang tak pernah aku lupa.
Duduk merenungi diri sudah menjadi keharusan, agar kita selalu berintrospeksi. Jalan
yang aku telusuri adalah jalan setapak di depanku, tujuannya terlihat,
namun rintangnnya belum tentu menyenangkan seperti apa yang dipandang mata.
Ketika kita melaluinya, kita tak pernah tahu apakah jalan yang akan kita lalui itu becek,
licin, berkelok, ataukah kering dan tanahnya pecah, hingga menyakiti kaki
saat menginjaknya. Belum lagi di jalan itu, kita temui hewan – hewan yang kecil,
adapun yang tak disangka. Mungkin saja ada ular berbisa yang melintas di depan kita,
bisa juga serangga yang ganas mengganggu perjalanan kita, ulat gatal yang
bulunya menempel saat kita tak sengaja menyenggol rumput disamping jalanan yang
kita lewati.
Begitulah perjalananku disawah,
begitu pula perjalanan hidupku. Tapi yang perlu kita yakini, tujuan di
depan itu sangat indah (Ridha-Nya : Syurga)…usaha kita akan terbayar ketika kita sabar menapaki jalan, langkah
demi langkah. Dan melalui ujian tahap demi tahap. Kita hanya perlu berusaha,
bedo’a, kuatkan azzam dan perkencang ikhtiar. Do the best !!!
